Desa Wisata Tempur Jepara dan Cara Terbaik Menikmati Keindahan Alamnya

Mungkin banyak dari sobat yang belum tahu kalau jepara tidak hanya punya wisata pantai, namun juga wisata alam di perbukitan.


foto foto di persawahan

Selama ini memang jepara dikenal dengan deretan wisata pantai pasir putihnya yang indah, salah satunya yang ada di Karimun Jawa. tapi ternyata nggak cuma punya destinasi wisata pantai saja, di jepara ada destinasi wisata alam lain berupa daerah perbukitan yang lokasinya berada di kaki gunung.


Yap, Desa Wisata Tempur. Berlokasi di kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Desa wisata tempur punya daya tarik wisata yang nggak kalah indah dari destinasi wisata alam lain di Jawa Tengah.


Hamparan sawah khas dataran tinggi bisa kamu jumpai dengan mudah disini, tidak hanya itu tebing tebing tinggi di kanan dan kiri jalan juga akan akan kamu temui begitu sampai di desa wisata tempur ini.




Suasana pedesaan yang masih asri makin terasa menenangkan saat terdengar aliran air dari sungai jernih yang ada disana.


Udah bisa bayangin gimana suasana aslinya? hehe


nah, kebetulan banget beberapa minggu lalu saya bersama salah seorang teman punya kesempatan berkunjung ke desa wisata tempur.


Jarak desa wisata tempur bisa dibilang cukup jauh jika dari pusat kota jepara, butuh waktu sekitar 1,5 sampai 2 jam untuk sampai disana (tergantung kengebutan). memang seperti biasa, butuh perjuangan buat dapetin sesuatu yang indah. hehe


Tujuan utama saya berkunjung ke desa wisata tempur adalah menikmati suasana pagi dan melihat sunrise disana. biar bisa dapetin itu, saya berangkat sekitar pukul 5 pagi dari rumah.


Kalo dari rumah saya, perjalanan bisa ditempuh sekitar 1 jam, jadi perkiraan saya akan sampai disana sekitar jam 6 pagi dan masih bisa melihat sunrise, mungkin agak kesiangan juga sih.


Ketika sudah masuk ke pedesaan menuju lokasi, jalanan akan banyak turunan, tanjakan dan juga berkelok. tapi nggak usah khawatir karena kondisi jalan disana cukup baik kok.


Sepanjang perjalanan juga disuguhi dengan pepohonan dan pemandangan hamparan sawah dan juga aliran sungah jernih yang semaking melengkapi keindahannya.


Beberapa kali saya juga sempat berhenti sejenak dipinggir jalan untuk sekedar mengambil foto pemandangan tersebut.



matahari muncul dari balik bukit

Sesuai perkiraan, saya sampai disana sekitar jam 6 lebih sedikit. suasana pagi disana bener-bener bikin badan dan pikiran lebih tenang. sepi, sejuk, dan hijau.


Beberapa warga terlihat sudah berada di sawah untuk melakukan pekerjaan mereka seperti membersihkan rumput atau mengecek pengairan sawah mereka.


Karena ini pertama kalinya saya kembali kesini setelah beberapa tahun, saya penasaran dan langsung menuju lokasi yang banyak orang gunakan untuk berfoto. lokasinya di sawah yang terdapat tulisan Desa Wisata Tempur.



ikon desa wisata tempur

Tidak banyak yang berubah, hanya tambahan identitas lokasi wisata saja dan beberapa warung kopi. mungkin karena sudah mulai dijadikan salah satu tujuan wisata. 


Di tempat ini ternyata matahari belum terlihat sampai hampir jam tujuh pagi (kalo nggak salah ingat) karena terhalang bukit yang cukup tinggi, tapi cahanya sudah membuat pagi itu sedikit lebih terang.


Ketika sedang mengambil gambar dengan kamera hp, saya bertemu dengan seorang warga yang sepertinya pemilik sawah tersebut sedang membersihkan lahan pertaniannya sebelum ditanami kembali.


memperkenalkan diri dan sedikit berbincang tentang keseharian beliau sekaligus permisi karena saya naik ke lahan persawahan. kalo orang jawa bilangnya nyuwun sewu.


Takut mengganggu pekerjaan beliau, saya mengakhiri berniat mengakhiri perbincangan dan melanjutkan aktifitas saya menikmati suasana disana. nasib baik saya justru mendapat tawaran buat menikmati kopi asli daerah sana yang beliau bawa dari rumah.



dua orang sedang berbincang di gubug

Nggak mungkin dong saya tolak tawaran semenarik itu? wkwk


Jadilah saya dan teman saya diajak ke gubuk di tengah sawah untuk menikmati kopi yang beliau bawa dan melanjutkan obrolan untuk beberapa menit.


Setelah itu beliau melanjutkan pekerjaannya dan saya pun melanjutkan kegiatan saya pagi itu.


Saya dan teman saya menghabiskan waktu di tempat tersebut dengan berjalan kaki menikmati suasana sampai pada akhirnya sang surya menampakkan wujudnya (eleh sok puitis).


Puas menikmati lokasi tersebut, saya berpindah ke lokasi lain untuk merasakan sejuknya aliran air sungai di daerah sana. Jarang-jarang bisa main ke sungai jernih kayak gini pagi-pagi.


(Maap bagian disungai nggak ad fotonya)


Kalo sobat pengen kesini dan mandi di sungai, boleh aja kok. di salah satu lokasinya juga sudah disediakan kamar kecil buat ganti (tapi bayar ya).


Karena dikelilingi tebing-tebing bebatuan yang cukup tinggi, suasana pagi di desa wisata tempur rasanaya awet banget. yakin deh kalian bakal betah kalau main kesini.


Beres main air di sungai, berfoto dan menikmati kopi (lagi) di warung yang ada di pinggir sungai, saya memutuskan menyudahi perjalanan ini dan pulang ke rumah.




Pagi itu bener-bener jadi pagi yang menyenangkan, stress dan penat rasanya hilang begitu lihat pemandangan indah disana.


Buat sobat yang penasaran dan berniat mengunjungi desa wisata tempur, jangan lupa pastikan kendaraan dalam kondisi yang baik, cek kondisi rem dan lain sebagainya agar perjalanan sobat lancar sampai tujuan.

0 Response to "Desa Wisata Tempur Jepara dan Cara Terbaik Menikmati Keindahan Alamnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel